Permasalahan pada akses internet bukan lagi sebuah fenomena permasalahan, namun ia benar-benar sudah hadir didepan mata dan menuntut untuk diselesaikan. Internet hadir sebagai perpanjangan tangan, bukan tangannya yang panjang namun jangkauan (akses) yang menjadi luas.
Beberapa hari lalu (Sabtu, 18/9/2021) saya baru saja menyelesaikan penulisan essai, yang kurang lebih membahas tentang peran generasi muda sebagai agent innovation dalam sektor pertanian. Melihat fenomena-fenomena sektor pertanian yang rasanya positif selama masa pandemi, menjadikan sektor ini dinilai dapat menjadi tonggak yang mampu memberi grafik peningkatan yang baik pada perekonomian nasional.
Sebagai bagian pentingnya generasi muda harus benar-benar ikut serta dalam sektor pertanian, kontribusi ide gagasannya memang benar-benar diperlukan.
Generasi muda yang masih dalam fase usia-usia produktif, kerja kreatif dan inovatif menjadi kunci yang dapat membumikan lembaran baru peradaban (terbosan), agar dapat mengejar dan setidaknya dapat seiring dan sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi.
Generasi muda desa tidak perlu lagi minder (tidak percaya diri) terhadap kemajuan, dengan perluasan akses internet yang baik dan keseriusan pemerintah dalam program-program pemberdayaan generasi muda dalam fase pengembangan kapasitasnya.
