"Karena ada juga beberapa warga yang tinggal bukan rumahnya, maksudnya itu menumpang, yang punya itu keluarganya yang PNS," katanya.

Ia mengatakan, banyak BTN yang tidak terurus di perumahan itu karena pemiliknya memiliki tempat tinggal yang lain.

Selama beberapa tahun tinggal di perumahan itu, ia mengaku ada rasa nyaman dan tidak nyaman. Tidak nyamannya karena jauh dari fasilitas umum dan jalan yang kurang bagus.

"Kalau nyamannya karena sepi, jadi tenang. Tapi hewan seperti ular masih banyak disini, karena kan kondisi bisa dibilang seperti hutan," ujarnya.

Namun ia berharap kepada pemerintah daerah atau pejabat yang berwenang, agar memprogramkan atau memberi perintah kepada PNS lingkup Provinsi Sultra untuk kembali mengurus BTN yang telah dimiliki.