Baca juga: Kesultanan Buton, Sistem Pemerintahan Tertua hingga Bergabung dengan Indonesia
Setelah menjadi Raja keempat, Tua Rade kemudian mengangkat kakak-kakaknya sebagai pembesar di kerajaan yang kemudian di fermentasi dengan sebutan Bonto Ogena. Sedangkan anak dari istri kedua yakni Ki Jula tak mendapat jabatan apa-apa.
Karena tidak mendapat jabatan, Ki Jula kemudian berangkat menyepikan diri di puncak tertinggi depan pulau Buton, yakni pulau pancana yang saat ini dikenal dengan pulau Muna. Bukit tersebut kini disebut dengan bukit Kiy Jula.
"Dari Ki Jula inilah yang kemudian banyak melahirkan Sultan di Buton atau dikenal dengan Kamboru-mboru Tanailandu," bebernya.
Setelah kepemimpinan berganti dari raja Tua Rade ke Raja La Molae atau raja Buton kelima, nasip saudaranya, Kiy Jula mulai ia terpikirkan. Di saat bersamaan, Kiy Jula sudah memiliki turunan banyak namun tak mendapat jabatan apa-apa. Diantaranya adalah Sultan Murhum.
