Bangunan aliansi inilah yang kemudian berhasil dijalankan pada masa La Kilaponto yang memperhadapkan La Molae dengan La Kilaponto dan dibekingi oleh Raja Manguntu.
"Dari kisah ini, saya menyebutnya adalah kudeta paling mula di Buton. Sebab, Murhum adalah orang yang tidak berhak menduduki tahta sesudah Raja La Molae mengingat dirinya adalah bukan dari putra mahkota. Jadi ini adalah pengkudetaan yang sengaja digelapkan oleh kita orang Buton," ucapnya.
Setelah La Kilaponto naik tahta dengan cara tidak benar, tambah dia, dirinya harus menutup segala apa yang telah ia melakukan. La Kilaponto kemudian mereproduksi narasi cerita-cerita La Bolontio.
"Jadi cerita La Bolontio ini adalah rekaan semua. Sehingga jika ditanya La Bolontio ini dari mana, sudah pasti dari La Kilaponto yang membuat narasi rekaan untuk melegitimasi dia mengambil kekuasaan di Buton," tambahnya.
Tidak hanya kekuatan Kiy Jula bersama koalisinya Kerajaan Muna saja yang menggulingkan kekuasaan saat itu. Kesultanan Ternate juga ikut andil dalam pengkudetaan senyap itu. Di sini, Ternate berkepentingan menjadikan sistem pemerintahan Buton dari kerajaan menjadi kesultanan. Dan semua itu mulus berjalan. La Kilaponto menjadi Raja, pemerintahan Buton beralih dari kerajaan menjadi kesultanan.
