Baca juga: Viral di TikTok, Pencipta Lagu Semua Berlalu Ternyata asal Baubau
"Jadi kekuasaan di Kerajaan Buton ini diperebutkan oleh dua kelompok saja, yakni kelompok permaisuri dan kelompok selir," akunya.
Menurutnya, sangat sulit meluruskan fakta ini. Sebab bakal berhadapan dengan sejarah yang terlanjur tercatat oleh istana. Apalagi, istana adalah pihak otoritas untuk menceritakan sejarah pada masa itu. Namun, ia juga menilai jika sumber luar istana tak bisa pula diabaikan. Apalagi sumber itu mendekati benar adanya.
"Saya bukan tidak percaya istana. Tapi istana juga punya kepentingan untuk menulis apa-apa yang baik bagi mereka. Sebab sejarah itu hanya milik penguasa. Mereka menulis dengan sesuatu yang baik untuk kepentingan mereka. Jadi sumber istana tidak seluruhnya saya percaya," tegas panitia tim pengusulan pahlawan nasional Oputa yikoo itu.
Guna melanjutkan penelitiannya, ia mengaku bakal kembali mengunjungi Ternate meski titik terang dari peristiwa itu sudah ia temukan. (B)
