Oleh: Efriza

Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus & Owner Penerbitan

PERNYATAAN mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada bulan Januari kemarin, yang menyatakan ia akan turun langsung membantu PSI, ditenggarai akan membuat kader PSI antusias.

Keterlibatan Jokowi dapat menjadi dorongan elektoral jangka pendek, tetapi jangka panjang masih diragukan karena tergantung sikap konsisten Jokowi, dan jangan lupakan tentang kondisi kesehatan Jokowi yang sedang tidak baik-baik saja, artinya konsistensi Jokowi juga terpengaruh kesehatannya.  

Kehadiran Jokowi di PSI telah memberikan legitimasi tambahan bagi PSI. Sejumlah tokoh-tokoh partai lain wajar memilih bergabung di PSI, karena melihat kehadiran Jokowi tersebut. Hanya saja, animo karena Jokowi tidak bersifat lama, sekadar antusias, lambat-laun akan meredup, bahkan kehadiran tokoh-tokoh lain di PSI ditenggarai dapat terjadinya konflik internal antara kader PSI dan anggota “kutu loncat” tersebut.