PSI Bersama Jokowi, Kehilangan Identitas

Tantangan besar bagi PSI adalah PSI harus membuktikan diri bukan sekadar “partai keluarga Jokowi”. PSI telah memilih mengabaikan menguatkan basis ideologi, PSI asyik mengkultuskan Jokowi. PSI dalam membangun jaringan terlihat instan dengan berharap dari para “eks” kader partai lain, berharap mereka membawa gerbong massa.  

PSI berharap kepada Jokowi, padahal sosok Jokowi sedang mengalami citra negatif di masyarakat. Jokowi juga sedang menghadapi berbagai permasalahan dari kasus dugaan ijazah palsu, hingga tersorot kasus Korupsi dari beberapa menteri di kabinet yang sedang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meski ada asas praduga tak bersalah.  

PSI telah memilih mengkultuskan Jokowi, berharap pengaruhnya dan bahkan menjadikan Jokowi sebagai “jimat” agar PSI menjadi partai menengah tidak lagi partai gurem.  

PSI sebagai Partai Penampungan “Eks” Partai Lain Eksodus politisi dari Partai NasDem seperti tokoh-tokoh Ahmad Ali, Bestari Barus, hingga Rusdi Masse ke PSI dapat dinyatakan bukanlah cerminan nilai positif. Malah yang terjadi kemungkinan konflik internal antara kader dan anggota “kutu loncat.”