Kemungkinan besar mengintai adalah PSI akan terbukanya konflik internal, antara para kader yang telah berjuang untuk PSI tetapi tidak mendapatkan tempat istimewa, dengan elit eksodus partai lain yang lebih dianakemaskan, sehingga memungkinkan kader-kader PSI akan menjelang Pemilu 2029 mereka akan memilih meninggalkan PSI, jika terjadinya ketidakadilan di dalam pengelolaan partai.

Kepentingan Jokowi dan Dampak PSI

Ambisi Jokowi begitu tinggi, disinyalir berbagai alasan mengitarinya seperti Jokowi sedang mencoba membenturkan antara persoalan hukum yang sedang membelit dirinya dengan pergerakan politiknya di PSI.  

Jokowi juga punya obsesi pribadi agar dirinya dan keluarganya masih diperhitungkan dalam kancah politik nasional.

Jokowi juga masih berharap, ia tetap diperhitungkan oleh Presiden Prabowo, sehingga upaya dirinya mempengaruhi Presiden Prabowo dengan narasi keberhasilan kemenangan Prabowo-Gibran karena “cawe-cawe” dirinya di Pilpres 2024 lalu, dan juga kekuatan Jokowi dengan PSI, diharapkan tetap akan berhasil, sehingga Presiden Prabowo terus dalam ketidakmandirian mengelola pemerintahannya.