Sebaiknya, posisi Menhan jangan dijadikan kursi atau jabatan yang bersifat negosiasi, maupun tawar-menawar kepentingan politis semata, sebab ini adalah kursi strategis untuk menghadirkan pertahanan dan keamanan negara, maupun mencegah ancaman dari pihak negara luar.

Jadi nilai posisi sebagai Menhan sangatlah bergengsi. Jangan sampai jabatan Menhan dijadikan nilainya sekadar kursi yang dapat diduduki oleh orang-orang yang pragmatis dalam aspek dukungan politik semata. Jadi, jika diberikan kepada Andika Perkasa maka malah menyebabkan masyarakat akan ragu bahwa Prabowo benar-benar serius mau melanjutkan program Presiden Jokowi.

Kursi Menhan juga sepertinya kurang pas jika diberikan oleh AHY. Sebab karir di militer, ia memilih pensiun dini, untuk terlibat politik. Ini menunjukkan sisi AHY amat diragukan akan kualitas dirinya dalam menjaga pertahanan dan keamanan, maupun dalam bekerjasama dalam dunia internasional.

Baca Juga: Perkiraan Sikap Anies Baswedan Pasca Pilpres 2024

Sisi lain, AHY harus dinilai dulu kinerjanya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN). Seperti, hasil dari kebijakan dan kinerjanya memperoleh penilaian publik berupa respons positif. Jika nilai AHY sebagai Menteri ATR/BPN dianggap kurang maksimal, tetapi malah diberikan posisi strategis sebagai Menhan, tentu saja ini salah kaprah.