Sehingga Jokowi masih mempunyai kepentingan untuk menjaga karir politik anak-anak dan menantunya agar bisa berpengaruh di politik nasional, sebab karir mereka diperhitungkan dari nama besar Jokowi ketika menjabat sebagai presiden.
Pilihan Jokowi yang ingin terus terjun ke kancah politik nasional, menunjukkan Jokowi belum puas dengan hasrat ingin berkuasanya. Jokowi tidak ingin dianggap purna tugas dalam politik. Jokowi tampaknya tak ingin memberikan pengabdian dirinya kepada masyarakat semata, dengan misalnya, Jokowi lebih berperan di dunia sosial di masyarakat. Seperti misalnya mantan wakil presiden Jusuf Kalla yang memilih menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI).
Jokowi Ingin PSI Bersaing dengan PDIP
Ditenggarai Jokowi tak ingin mengajukan dirinya sebagai Dewan Pembina PSI. Ia lebih ingin menonjol, sehingga ia membidik sebagai pimpinan partai. Jokowi sudah menyadari, ia sudah menyelesaikan seluruh jabatan politik kenegaraan, dari wali kota Surakarta dua periode, gubernur DKI Jakarta, hingga presiden dua periode.
Hanya saja disinyalir Jokowi merasa satu-satunya portofolio dirinya yang masih kurang adalah sebagai Ketua Umum Partai. Jokowi tidak merasa bahwa pemikiran sebagai Ketua Umum Partai adalah pemikiran yang keliru. Padahal capaian dirinya sungguh fenomenal, ia hanya anggota kader PDIP saja, tetapi karir politiknya begitu mengilap sebagai Wali kota, Gubernur, dan Presiden.
