Padahal, keputusan politik sesungguhnya masih sangat bergantung pada dinamika partai, kinerja pemerintahan, elektabilitas, kepuasan masyarakat, serta kalkulasi kekuatan koalisi, bahkan hasil revisi undang-undang paket politik.

Meski begitu, posisi ketiganya duduk bersama dan akrab, tetap memiliki arti strategis. Jokowi merupakan mantan presiden yang masih mempunyai pengaruh politik dan dihormati oleh Prabowo. Gibran adalah wakil presiden sekaligus putra Jokowi, dengan loyalitas tinggi kepada Presiden Prabowo.

Sedangkan, Prabowo merupakan pusat kekuasaan pemerintahan saat ini, dengan jiwa dan sikap Prabowo yang menjunjung tinggi balutan Sila Ketiga Persatuan Indonesia dalam menjalankan Pemerintahannya.  

Presiden Prabowo telah berhasil mengemas visual keharmonisan dengan Jokowi dan Gibran dalam satu panggung.

Pesan yang muncul adalah tidak terdapat keretakan terbuka antara kekuatan politik lama yang dikomandoi oleh Jokowi dengan pemerintahan sekarang, sekaligus mematahkan persepsi adanya konflik internal antara Prabowo dan Gibran dalam pengelolaan pemerintahannya.