Dari sisi Prabowo sebagai Presiden, ini menguntungkan karena memperkuat citra sebagai presiden yang mampu menjaga hubungan dengan pendahulunya sekaligus mengonsolidasikan pemerintahan. Prabowo berhasil mendapatkan citra Presiden yang mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam mengelola pemerintahannya.

Dari sisi Jokowi-Gibran juga memperoleh keuntungan, karena dapat memantulkan kepada para pendukungnya bahwa pengaruh politik keluarga Jokowi masih tetap diterima oleh Prabowo.

Hanya saja sebaliknya, bagi kelompok yang kritis, maupun yang kontra terhadap Jokowi dan Pemerintah, visual tersebut telah memunculkan kembali kekhawatiran mengenai besarnya pengaruh politik keluarga Jokowi dalam pemerintahan Prabowo.

Dari Keakraban sebagai Modal Politik

Keakraban dari ketiga tokoh tersebut bernilai sebagai modal politik, tetapi bukanlah tiket otomatis menuju Pilpres 2029 degan paket petahana dua periode.