PDIP saat ini ditengarai telah menguatkan konsolidasi internal secara intens untuk menghindari kekalahan kedua di Pilpres, tetapi bukan dalam rangka menghadapi paket petahana periode kedua Prabowo-Gibran, melainkan dalam menyikapi keputusan ke depan dari Prabowo-Gerindra yakni akan kembali bertarung dengan PDIP atau malah dapat bekerja sama antara PDIP-Gerindra-Prabowo seperti Pilpres 2009 lalu.

Keakraban Jokowi-Prabowo-Gibran patut diakui telah berhasil memberikan pesan stabilitas pemerintahan dan menunjukkan hubungan yang harmonis, sekaligus meruntuhkan klaim adanya perpecahan antara pro Prabowo dan Pro Keluarga Jokowi atau Geng Solo. Meski begitu, keakraban ketiga tokoh tersebut, tidaklah mencerminkan paket petahan dua periode Prabowo-Gibran sudah terbentuk dan akan bertarung pada Pilpres 2029. (*)

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS