Menurut Abidin, peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 1970-an dan kondisi Tanjung Watulaki pada saat itu masih hamparan hutan dan sama sekali belum dihuni oleh manusia.

Baca juga: Kasus COVID-19 Melonjak, PKS Jatim Ajak Masyarakat Gelar Istighosah

Baca juga: Dewan Nilai Beberapa Proyek Pemda Konsel Dikerjakan Kurang Maksimal

Meski demikian, masyarakat etnis Tolaki yang bermukim di sekitar Lambai pada saat itu sudah sering mencari udang dan ikan di Sungai Lanipa-nipa yang berada di sekitar Tanjung Watulaki dengan cara mehamoi menggunakan alat tangkap ikan tradisional yang terbuat dari rotan.  

"Sudah disinilah tempat nenek moyang kami menggantungkan hidup dulunya dengan mencari udang dan ikan di Sungai Lanipa-nipa ini. Bahkan di hamparan Lanipa-nipa dulunya itu banyak ditumbuhi tanaman sagu. Hanya saja ketika ada aktivitas pertambangan, sagu tersebut mati tertimbun lumpur dan hanya menyisakan sedikit saja," bebernya.