Keunikan lainnya adalah adanya tiga tiang berbentuk piramida yang berdiri di sekitar makam.

Menurut seorang mahasiswa Arkeologi dari Universitas Halu Oleo, Fikman, yang pernah melakukan penelitian di lokasi, kondisi makam saat ini mengalami sedikit keretakan.

“Makam ini terbuat dari bahan material semen, batu, dan pasir,” jelasnya.

Fikman juga menyebutkan bahwa makam tersebut sudah banyak ditumbuhi lumut dan rayap. Di sekeliling makam, tumbuh pohon bambu dan berbagai pohon liar lainnya.

Makam ini juga menyimpan cerita mistis yang beredar di kalangan masyarakat. Siti Ifteria, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa makam ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1940-an.