"Dan akhirnya sayapun paham dengan maksud teman-teman saya kala itu," sambungnya.
Kala itu, Marsiab berusaha untuk semakin mendalami dan mempelajari agama yang dianutnya yakni agama Katolik, untuk meyakinkan dirinya bahwa apa yang dipercayainya sekarang adalah hal yang sudah tepat baginya.
“Untuk memperkuat keyakinan saya terhadap apa yang saya yakini, sayapun berkomitmen untuk semakin rajin dan aktif di gereja. Tapi entah mengapa saya kok merasa kosong dan hampa. Saya merasa seolah tidak memiliki sebuah tujuan hidup,” ungkapnya.
“Saya berdoa tapi tidak merasa damai, saya meyakini tapi tidak yakin. Disitulah kemudian saya memutuskan untuk berdoa dengan menyebut nama Allah SWT dan mempelajari Islam melalui ceramah serta Al-Qur’an. Dan dengan kuasa Allah akhirnya sayapun merasakan perasaan yang berbeda dari sebelumnya. Saya menemuka kedamaian dalam jiwa saya,” lanjut Marsia.
Setelah menemukan apa yang telah membuatnya merasa damai, Marsia kemudian menyampaikan niatnya untuk memeluk Islam kepada kedua orang tuanya.
