Niatnya sontak diterima dengan penuh suka cita oleh sang ibu, namun tidak dengan sang ayah.
“Ibu tentu senang saat saya bilang ingin menjadi mualaf tapi berbeda dengan bapak yang saat itu tidak setuju. Walau begitu, saya tidak menyerah begitu saja dan tetap gigih dengan apa yang telah saya pilih. Hingga seiring berjalannya waktu, bapak pun akhirnya luluh dan mau menerima keputusan saya,“ pungkasnya.
Di akhir ceritanya, Marsia kemudian menyampaikan harapannya bahwa ke depannya ia berharap agar di saat salat ataupun merayakan hari raya idul fitri nanti, sang ayah sudah bergabung dengan Marsia dan anggota keluarganya yang lain. (A)
Reporter: Nurdian Pratiwi
Editor: Haerani Hambali
