Oleh: Efriza

Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus dan Owner Penerbitan

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) amat dongkol terhadap sepak terjang Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) utamanya terkait usulan penundaan Pemilu 2024 mendatang.

Masinton Pasaribu contohnya memberikan beberapa penyebutan bernada negatif untuk Luhut seperti dikatakan sebagai “Brutus” bahkan dianggap berwatak “Tiran” dalam Istana. Bahkan, pernyataan Masinton yang meminta Luhut di-reshuffle, tentu saja di-iya-kan oleh PDI-P secara organisasi.

Seorang diri dari Luhut mampu menggeser peran penting dari PDI-P terhadap Presiden. Jokowi sebagai Presiden terlihat amat mempercayai Luhut. PDI-P malah dibuat meradang dan kecewa kepada Presiden Jokowi.