Desakan dari PDI-P untuk me-reshuffle Luhut ternyata tak digubris oleh Presiden, malah Presiden mengangkat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu sebagai Ketua Harian Dewan Sumber Daya Air Nasional.
Hubungan PDI-P, Jokowi dan Luhut
PDI-P kecewa berat, sebab merasa Jokowi telah dibesarkan, dididik, dan memperoleh kekuasaan tak bisa dilepaskan dari sumbangsihnya. Tetapi ternyata setelah menjabat sebagai Presiden, Jokowi malah lebih lengket, lebih percaya, terhadap sosok Luhut. Padahal sosok Luhut bukan kader PDI-P dan malah merugikan PDI-P dari segi popularitas dan elektabilitas.
Banyak orang menerka Luhut adalah sosok yang mengatur Presiden. Tetapi, jika dicermati lebih teliti, malah sebaliknya. Peran Luhut diberikan oleh Presiden Jokowi untuk membantu kerja dari pemerintah.
Luhut bukanlah otaknya, Luhut bukan pembuat strateginya, dan bukan pengambil keputusan terakhir untuk pemerintahan. Luhut dipercaya oleh Jokowi karena ia begitu loyal terhadap presidennya. Luhut dan Jokowi bertemu dalam berbagai persingungngan kepentingan.
