Luhut sudah mengenal lama Presiden Jokowi lebih dari sedekade. Persahabatan antara Jokowi dan Luhut menghadirkan hubungan saling mempercayai, wajar jika Luhut adalah orang kepercayaan Presiden Jokowi, dia adalah bestienya Presiden.
Jokowi membutuhkan Luhut karena kepatuhannya terhadap Presiden. Luhut sosok yang rela melindungi Presiden, siap untuk dimusuhi, dan menjadi pelindung bagi istana. Akibat, peran dari sosok Luhut, sebagai tokoh antagonis menyebabkan semua fokus tertuju kepada Luhut, baik lawan-lawan politiknya maupun PDI-P sendiri.
Strategi Presiden dan istana sungguh cerdik, pusaran konflik dipindahkan dari istana menjadi kepada sosok Luhut. Banyak yang berpikir Luhut adalah “perdana menteri,” “menteri segala urusan,” padahal menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD semua Menteri Koordinator terkait jabatan-jabatan tambahan dan ad-hoc banyak diberikan kepercayaan oleh Presiden Jokowi.
Hanya saja, karena yang menerima jabatan itu adalah Luhut, seketika menjadi buah bibir. Sosok Luhut jadi sorotan menurut Mahfud karena Luhut sangat aktif, atraktif dan tegas (Detik.com, 11 April 2022).
Kadang malah Luhut digunakan hanya untuk “tes ombak,” contohnya ketika Luhut berkata bulan April sampai dengan Juli akan terjadi berbagai kenaikan harga. Ternyata, keputusan/kebijakan itu belum dibuat oleh pemerintah. Jadi, komunikasi yang digunakan Luhut hanya sebagai alat ukur feedback saja dari masyarakat kepada pemerintah.
