Alasan Luhut Dibutuhkan

Pertanyaan awal yang menghinggapi bahwa mengapa Presiden Jokowi menghadirkan sosok Luhut sebagai pemeran antagonis dari Istana? Sederhana alasannya, sebab Jokowi tidak punya kekuatan politik. Jokowi menyadari dalam mengelola kekuasaan, ia harus memiliki kekuasaan electoral support dan political support.

Electoral support, ia dapatkan dari pemilih sehingga Jokowi terpilih sebagai presiden. Political support, Jokowi terus perkuat hingga bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pemerintahan, bahkan oposisi pun berhasil dijinakkan.

Tetapi iklim politik di Indonesia sangatlah pragmatis. Presiden Jokowi pada periode pertama pemerintahannya, malah dihantam dengan “konyol” atas nama demokrasi. PDI-P menyatakan sebagai partainya pemerintah, tetapi partai tetap akan melakukan pengawasan terhadap pemerintah. Sehingga, PDI-P adalah partainya pemerintah yang menjalankan mitra kritis kepada pemerintah.  

PDI-P khawatir jika pemerintahan dalam mengelola kekuasaan buruk maka berpengaruh terhadap popularitas dan elektabilitas partai. Sehingga, pilihan tidak mengambil resiko mendukung penuh pemerintah sebagai partainya pemerintah dilakukan oleh PDI-P. PDI-P menetapkan diri, bukannya partai yang loyal terhadap pemerintahan.