Misalnya, Nasdem telah menunjukkan tidak dapat Ganjar Pranowo akhirnya memilih plan B kepada sosok Anies Baswedan. Memang, Anies dalam tiga pilihan nama di rapimnas adalah yang pertama di rekomendasikan. Namun jika dipelajari seksama, itu terjadi tatkala “lamaran” Nasdem bertepuk sebelah tangan kepada Ganjar-PDIP.

Bahkan, jika merujuk hasil Jajak Pendapat terbaru dari Litbang Kompas bahwa responden Nasdem ternyata lebih banyak yang memilih Ganjar Pranowo sedangkan Anies Baswedan justru berada di urutan ketiga dari pemilih partai ini dengan raihan elektoral 15,4 persen, bandingkan dengan Ganjar Pranowo yang justru dipilih oleh 26,9 persen responden pemilih Nasdem (kompas.com, 25 Oktober 2022).

KIB Berpotensi Penentu Poros Koalisi

Penentu tiga atau empat poros koalisi diperkirakan adalah KIB. KIB yang belum menentukan capresnya disinyalir juga dapat saja memilih bergabung dalam Koalisi Gerindra-PKB, Koalisi Nasdem-PKS-PD, atau malah membangun poros KIB plus PDIP. KIB merencanakan akan baru membahas calon presiden dan wakil presiden pada November mendatang.  

Jika diamati saat ini, calon kuat dari KIB berdasarkan ketiga partai itu adalah Airlangga Hartarto dari Golkar. Meski begitu, melihat gelagat PAN dan PPP, lebih mengharapkan KIB mengusung capres alternatif. Kecenderungan menguatnya capres alternatif, memungkinkan terjadi. Meski, cawapresnya bisa saja seperti Airlangga Hartarto, Golkar.