Ketika mencuat isu istana sedang mencari tahu siapa menteri-menterinya yang niat maju sebagai capres. Tampak ada dua nama dari Gerindra yakni Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto. Sandiaga menyatakan siap maju, tetapi memahami terganjal dengan ketua umumnya di Gerindra yakni Prabowo Subianto.
Tetapi dengan Prabowo tidak secara tegas menyatakan niatnya maju, ini membuktikan bahwa Prabowo juga dapat saja memilih sebagai ‘king maker,’ sebab Prabowo hingga kini masih fokus bekerja dan belum juga mengumumkan pernyataan dirinya untuk maju sebagai calon presiden.
Meski begitu, konsolidasi di tingkat partai satu suara mengusung ketua umumnya sebagai calon presiden, Sandiaga memahami hal ini sehingga memilih menahan diri.
Ambisi PDI-P melakukan hattrick dengan tiga kali terpilih sebagai presiden dan sebagai pemenang. Menunjukkan PDI-P perlu hati-hati dalam merumuskan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Pesaing terberatnya adalah Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang keduanya adalah sosok-sosok lawan yang pernah menjungkalkan PDI-P, misalnya, pada Pilpres dua kali pada 2004 dan 2009 yang mana Partai Demokrat melalui keterpilihan dua periode SBY, dan pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu tatkala Anies mengalahkan Ahok dari kubu PDI-P.
Sosok Prabowo saat ini, bukan saja menarik bagi PDI-P, oposisi, bahkan Presiden Jokowi sendiri. Sebab, Prabowo menjadi magnet tersendiri dengan popularitas dan elektabilitasnya yang masih tinggi, bahkan ia menjadi menteri yang mendapatkan apresiasi serta sentimen positif dari masyarakat. Sehingga, wajar Prabowo saat ini begitu ditunggu keputusannya oleh para politisi.
