Oleh sebab itu, Jokowi yang selalu merasa dirinya sebagai arsitek dari keberhasilan pasangan Prabowo-Gibran terpilih hingga memerintah, oleh sebab itu ia merasa perlu untuk menunjukkan dirinya belum usang, pesan politik itu ditujukan kepada Prabowo dan Gerindra secara langsung meski tersurat dalam rencana keliling Indonesia.

Bahkan, disinyalir Jokowi akan menyerap informasi langsung dari publik terhadap program-program pemerintah yang sedang berjalan. Banyak program pemerintah maupun keputusan dan kebijakan pemerintah yang mendapatkan umpan balik negatif dari masyarakat, disebabkan kekecewaan masyarakat cenderung meningkat.

Faktor kekecewaan ini yang berusaha turut diserap oleh Jokowi, pasca menyerap langsung dari rakyat yang ditengarai akan dibawa oleh Jokowi untuk mengkomunikasikan kepada Presiden Prabowo.

Kondisi tersebut disinyalir bukan sekadar sikap Jokowi sebagai pendukung pemerintah maupun membantu menguatkan kepuasan masyarakat kepada pemerintah, tetapi sekaligus menguatkan langsung dari pengaruh Gibran ke dalam pemerintahan tersebut.

Melalui sikap agresif Jokowi berkomunikasi dengan Publik maupun Presiden Prabowo ke depannya, maka diharapkan posisi tawar maupun pengaruh dari Gibran yang diharapkan akan ikut terdongkrak. Ini menunjukkan Jokowi masih terus “menggendong” Gibran dalam kancah politiknya.