Kehadiran fisik masih diyakini oleh Jokowi lebih efektif dibandingkan sekadar pernyataan melalui media, tak dimungkiri Jokowi memang terkenal karena blusukannya. Melalui kunjungan langsung ke rakyat, Jokowi sebagai mantan presiden berharap dapat mengingatkan kembali publik terhadap capaian, jasa, dan warisan politik yang pernah dibangun selama berkuasa.
Dalam kancah politik Indonesia, kehadiran fisik masih menjadi magnet besar karena rakyat akan merespons dengan begitu antusias. Kenyataan bahwa Jokowi dan keluarganya masih disambut antusias oleh masyarakat, itu juga tidak bisa diabaikan. Ketika Jokowi hadir di ruang-ruang publik secara langsung dengan berkeliling Indonesia, tentu saja narasi berikutnya adalah kecemasan para elit-elit politik akan mulai terasa.
Kehadiran Jokowi juga dapat dibaca dalam sentimen publik bahwa Jokowi sedang berusaha merecoki stabilitas politik, menguji ombak pengaruh dan kekuatan dirinya sebagai pengontrol dan penggiring opini publik, mengkonsolidasikan kekuatan para pendukungnya, bahkan ditengarai ia sedang mempersiapkan kembali panggung politik Gibran yang lebih besar pada Pemilu 2029 mendatang yakni jika tidak bisa sebagai cawapres maka memajukan sebagai capres kenapa tidak.
Diakhir tulisan ini, perlu juga disampaikan bahwa kehadiran Jokowi yang akan berkeliling di Indonesia, juga akan menantang sikap Presiden Prabowo untuk berani meninggalkan Jokowi secepatnya atau malah tetap memilih membersamai Jokowi. (*)
