Pada tahun 2020, karirnya makin melejit meskipun masih berstatus honorer, melalui Pemerintah Desa Hismawati menerima Surat Keputusan (SK) yang diberi amanat untuk mendidik para insan-insan muda agar menjadi generasi yang berakhlaqul karimah yakni sebagai guru ngaji hingga sampai hari ini.
Kendati demikian, Hismawati juga merasakan kegagalan hingga berkali-kali dalam mengejar mimpinya sebagai seorang pegawai. Pernah merasakan kegagalan saat mengikuti tes pada Kementrian Agama hingga gagal untuk kedua kalinya pada seleksi tes K2 di Kabupaten Buton pada tahun 2013 silam.
Namun Hismawati terus berkomitmen dan konsisten kembali mengajar pada sekolah lamanya. Hingga Tuhan menjawab do’anya, keluh, kesah, rintihan, serta teriakan dalam hati Hismawati selama 20 tahun hidup sebagai guru honorer.
Baca Juga: Sebanyak 336 Pendaftar PPS di Buton Selatan Bakal Ikut Tes Wawancara
Hismawati pun bersama ratusan PPPK Buton Selatan menerima SK Pengangkatan, dipegangnya erat-erat sampul map berisikan lembaran kertas itu, yang merepresentasikan semua impain dan mimpinya selama 20 tahun.
