Bidang Persampahan melalui keterangan staf pengumpulan data TPA, Rosdianti, mengatakan bahwa terdapat 100 orang pemulung bekerja di TPA Puuwatu, namun hanya 85 orang yang aktif.

Mereka kaya dia, mengumpulkan berbagai jenis sampah seperti botol plastik, kardus, besi bekas, elektronik, dan lain-lain.

Harga jual sampah bervariasi, dengan tembaga sebagai yang paling mahal yakni Rp 105.000 - Rp 120.000 per kg dan baterai lithium sebagai yang termurah sekitar Rp 5.000 - Rp 10.000 per kg.

Meskipun pekerjaan ini kotor dan berbahaya, banyak pemulung yang merasa bersyukur atas penghasilan yang mereka dapatkan.

Baca Juga: Lansia Pedagang Ubi di Kendari Ini Tetap Jualan Meski Sepi Pembeli