Menerima laporan teror ini, Polres Takalar meminta bantuan tim teknisi bom Gegana Brimob Polda Sulsel untuk mencari bom di dalam toko yang diduga telah disimpan oleh OTK.

Tim Gegana yang tiba di lokasi langsung bergerak. Setelah beberapa jam lamanya, Kapolres Takalar akhirnya membuka toko dan membolehkan pemiliknya kembali menjual.

Menurut Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto, bom dengan daya ledak bisa mencapai radius 25 kilo meter dipastikan tidak benar.

"Iya betul. Kemarin memang ada teror bom di toko kelontong dan mencoba meminta uang tebusan. Ini hanya teror biasa, dan bomnya pun tidak ada sudah disisir sama tim Gegana," ucap Beny.

Kapolres Takalar juga sudah melakukan koordinasi dengan Resmob Polres Takalar agar dapat menangkap para pelaku teror bom.