KENDARI, TELISIK.ID - Seorang murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 80 Kendari berinisial Ar mengeluh sering dibully dengan kekerasan fisik oleh beberapa temannya di sekolah. Pembullyan sudah terjadi selama dua tahun.
Usai keluhan tersebut disampaikan, pihak guru dan kepala sekolah memanggil orang tua dan guru wali kelas Ar. Setelah melalui pembicaraan, guru wali kelas mengakui kelalaiannya karena tak mengetahui pembullyan tersebut.
"Guru wali kelasnya sudah minta maaf, mereka mengaku lalai dan akan lebih memperhatikan murid-muridnya," kata orang tua Ar, Wa Yeni, Jumat (16/8/1024).
Ia berharap hal serupa tidak terjadi lagi karena menurutnya, unsur yang termasuk dalam pembullyan dan kekerasan fisik meski sesama anak-anak, dapat mengganggu mental bahkan enggan untuk sekolah.
Baca Juga: Update Jadwal KM Tilongkabila Agustus 2024, Lewati Bima-Benoa
