Kepala Sekolah SDN 80 Kendari, Nurlemi, mengaku tidak membeda-bedakan murid-muridnya di sekolah. Ia menerapkan aturan di sekolah dengan ketat. Namun baru mengetahui ada kejadian pembullyan tersebut.
Ia sudah memanggil orang tua murid dan guru-guru yang menjadi wali kelas Ar selama ini. Ia menanyakan satu-persatu kepada guru dan orang tua Ar.
"Saya telpon orang tuanya dan panggil di sekolah untuk ceritakan hal sesungguhnya yang menimpa anaknya," kata Nurlemi.
Ia mengatakan, selama ini perkiraannya sekolah aman dan baik-baik saja, namun setelah mendengar kabar tersebut ia segera membicarakan dan menyelesaikan, karena selama ia menjadi kepala sekolah, tidak pernah terjadi hal serupa.
Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan murid-murid akan lebih diawasi dan diperhatian lagi.
