Ar mengatakan, selama dua tahun sejak kelas dua SD sampai kelas empat (sekarang), dia dibully teman sekelasnya dengan kekerasan fisik, mulai dari ditendang, didorong, hingga ditarik-tarik tangannya.

Hampir setiap hari Ar menangis dan merasa ketakutan. Pada tahun 2023 Ar menerima bullyan hingga mentalnya terganggu dan enggan untuk ke sekolah.

Akibat bullyan tersebut, Ar sempat jatuh sakit selama dua bulan karena dampak kekerasan fisik yang diterima dari beberapa teman-teman sekelasnya. (A)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Haerani Hambali