Presiden Khawatir Elektabilitas Turun

Pemerintah saat ini mungkin saja merasa mulai tenang karena penurunan kasus pandemi COVID-19. Meski hal itu terjadi tidak benar-benar berupa penurunan, tetapi itu hanya strategi yang bisa saja dinilai positif maupun negatif. Relaksasi dari pandemi COVID-19 untuk tujuan penyelamatan ekonomi masyarakat yang terdampak akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pemerintah juga memahami akan situasi terjadinya gelombang lanjutan pandemi COVID-19. Oleh adanya rencana pemerintah melakukan kembali pembelajaran sekolah tatap muka di bulan Oktober. Situasi rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sementara dilakukan dengan situasi herd immunity yang belum berhasil dilakukan.

Ini tentu saja, akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah jika ternyata gelombang COVID-19 kembali melonjak. Di sisi lain, jelas periode Oktober hingga Januari bukan periode yang tenang, biasanya di periode ini pemerintah akan mulai sibuk melakukan pengaturan pembatasan kegiatan beribadah menjelang natal dan tahun baru.

Berbagai potensi yang acapkali terjadi pelonjakan ini, sudah sangat dihapal bahkan dimaklumi oleh masyarakat. Naik atau turunnya pandemi COVID-19 ini dianggap tergantung pemerintah, tetapi sayangnya pemerintah tak pernah belajar dari siklus yang sama setiap tahunnya. Pemerintah kurang memperhatikan pengupayaan pelonjakan COVID-19 tidak terjadi, misalnya, atas rencana PTM nanti.