Lamanya hari ketika bumi mengelilingi matahari (1 tahun) sebenarnya menghabiskan waktu 365 hari 5 jam 48 menit 45.1814 detik. Kalau hitungannya dibiarkan, maka setiap 4 tahun akan selalu tersisa 1 hari ekstra.

Sebelum Julius Caesar menjadi kaisar, hitungan jumlah hari dalam satu tahun hanya sebanyak 355 hari dan dengan tambahan 1 bulan berisi 22 hari setiap 2 tahun. 

Solusi ini ternyata malah makin berbelit-belit dan hari festival atau perayaan jadi bergeser ke musim yang berbeda-beda. Jadi, Caesar kemudian memerintahkan ahli astronominya, Sosigenes untuk menyederhanakan semuanya. 

Kemudian lahirlah 365 hari per tahun dengan tambahan hari ekstra per 4 tahun sekali di bulan Februari untuk meletakkan tambahan jam ini.

Ternyata perhitungan tahun kabisat tidak langsung selesai begitu saja. Masih ada masalah lain. Jadi, tahun yang bisa dibagi dengan angka 100 tapi tidak bisa dibagi dengan 400, tidak akan dihitung sebagai kabisat.