Anjuran ini juga berlaku untuk orang kidal. Orang yang dominasi berkegiatan dengan tangan kiri pun harus mengusahakan makan dengan tangan kanan.

Rasulullah pernah menegur orang kidal yang makan menggunakan tangan kirinya.

Salamah bin Al-Akwa' r.a berkata: "Ada seorang laki-laki yang makan di samping Rasulullah dengan tangan kirinya. Maka Rasulullah bersabda, 'Makanlah dengan tangan kananmu!' Dia menjawab, 'Aku tidak bisa.' Beliau bersabda, 'Semoga kamu tidak bisa?' Padahal tidak ada yang mencegah dia makan dengan tangan kanan kecuali karena sombong. Setelah itu tangannya tidak bisa dia angkat sampai ke mulutnya." (HR. Muslim).

Makan dengan tangan kiri boleh dilakukan bila ada kendala yang membuatnya tak bisa makan dengan tangan kanan. Misalnya ketika tangan kanannya luka atau tak bisa digerakkan sama sekali.

Dalam Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah (6/119) disebutkan: "jika ada udzur yang menghalangi seseorang untuk makan atau minum dengan tangan kanan, semisal karena sakit atau luka atau semisalnya, maka tidak makruh menggunakan tangan kanan."