KENDARI, TELISIK.ID - Di ruang kerjanya yang tertata rapi, Dr. Rony Yakob berbicara dengan nada yang tenang dan tertimbang. Sejak Februari 2025, ia dipercaya memimpin Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara, sebuah amanah yang ia pandang bukan sekadar jabatan struktural, tetapi kelanjutan perjalanan pengabdian yang dimulainya sejak lebih dari tiga dekade lalu.

Lahir di Manado, 20 Juli 1967, Rony tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi kemandirian dan kedisiplinan. Tidak ada jarak berlebihan antara anggota keluarga; semua pekerjaan dilakukan sendiri, tanpa ketergantungan pada pembantu.

“Sejak kecil kami diajarkan untuk menyelesaikan sesuatu dengan tangan sendiri. Itu membentuk karakter,” ujarnya. Nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa hormat menjadi fondasi pribadinya hingga kini.

Cita-cita mengabdi kepada negara sudah hadir sejak ia masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Kendari. Demi dapat menempuh jalur pemerintahan, ia beralih dari jurusan Biologi ke Ilmu Sosial demi memenuhi syarat masuk Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN).

Pada tahun 1988 ia diterima di APDN Ujung Pandang dan menyelesaikannya pada 1990, sebelum kemudian melanjutkan pendidikan ke Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta, Magister Administrasi Publik di Universitas Gadjah Mada, dan meraih gelar Doktor Kebijakan Publik dari Universitas Brawijaya. Pendidikan baginya bukan sekadar penanda akademik, tetapi cara memperluas kapasitas agar dapat melakukan perubahan nyata.