Selepas berkendara, pertualanganpun dimulai dengan masuk ke dalam kawasan hutan perbukitan dengan bebatuan yang menjulang tinggi, seolah menantang untuk ditaklukkan

Nyanyian burung, rumput ilalalng serta suara serangga menjadi teman perjalanan menembus vegetasi pepohonan yang masih asri, untuk mendekati mulut goa tengkorak.

Selama perjalanan, komunitas tersebut dipandu oleh Irsan yang merupakan warga asli Desa Lelekaa, Irsan menyampaikan tradisi masyarakat terdahulu yang selalu menyimpan mayat di dalam goa.

"Dulu ketika ada warga yang meninggal masyarakat akan memasukkannya ke dalam peti dan dibawa ke goa untuk disimpan jadi wajar saja kalau di sekitaran mulut goa itu banyak berserakan tengkorak," ujarnya.

Masyarakat Lelekaa juga percaya bahwa goa tersebut mempunyai nilai mistis, karena sering terdengar suara aneh dari atas gunung tepat di goa tengkorak  yang menggambarkan seolah ada aktivitas yang terjadi di atas gunung. Selain itu, sering terjadi dimana orang yang berkunjug ke goa tersebut akan diusik oleh penunggu goa tengkorak.