Baca juga: Dampak Broadcast Informasi COVID-19 Melalui WhatsApp Terhadap Kecemasan

"Sementara ini rapid test tersebut kami tarik dan diganti dengan yang lain," katanya dikutip vivanews.com.

Alat tes itu untuk sementara tak lagi digunakan. Alat swab merek Vivadiag tersebut tengah diperiksa oleh Kementerian Kesehatan.

Bahwa adanya perbedaan hasil tes cepat itu akan ditunjukkan dari pemeriksaan yang dilakukan Kemenkes. Menurut dia, merek VivaDiag sendiri ada dalam daftar yang dicantumkan resmi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Belakangan muncul bantahan soal alat tes itu tercantum resmi.

VivaDiag menjadi salah satu alat test yang direkomendasikan oleh BNPB. Dalam daftar rekomendasi rapid diagnostic test (RDT) antibodi Corona COVID-19 per 21 April 2020. Merek VivaDiag berada pada urutan ke-13.