MUNA, TELISIK.ID - Silat Muna tidak hanya mengajarkan bela diri, tetapi juga memiliki aturan adat dan nilai kehidupan yang terus dipelajari generasi muda di tengah perubahan zaman.

Silat Muna merupakan seni bela diri tradisional yang diwariskan secara turun-temurun sejak masa kerajaan. Tradisi ini tidak hanya dipelajari untuk melindungi diri, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai kegiatan adat masyarakat Muna, Sulawesi Tenggara.

Ode (55), salah satu orang tua adat silat Muna, mengatakan, seni bela diri tersebut awalnya diajarkan para leluhur sebagai bekal pertahanan diri. Dalam perkembangannya, silat Muna juga ditampilkan pada penyambutan tamu, pernikahan, pengislaman atau katoba, hingga upacara aqiqah yang dikenal sebagai kampua.

“Dulu yang pertama kali mengajarkan silat Muna adalah nenek moyang pada zaman kerajaan. Awalnya digunakan untuk bela diri, tetapi bukan hanya itu. Silat Muna juga biasa ditampilkan dalam penyambutan tamu dan berbagai kegiatan adat,” ujar Ode kepada telisik.id, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, perkembangan silat Muna pada masa kerajaan juga berkaitan dengan sejarah Raja Lakilaponto. Para orang tua kemudian mewariskan kemampuan tersebut kepada anak-anak mereka sehingga tradisi ini tetap dipelajari hingga sekarang.