Marwa mengaku awalnya mengikuti ajakan teman untuk berlatih. Ketertarikan yang tumbuh selama latihan membuatnya terus mendalami seni bela diri tersebut.

“Awalnya ikut-ikutan teman, tetapi lama-lama jadi serius. Awalnya badan kaku seperti papan, sekarang lumayan sudah bisa bergerak,” ujar Marwa.

Ia mengatakan, keinginannya mempelajari silat Muna didorong oleh minat melestarikan budaya daerah sekaligus mempelajari kemampuan bela diri untuk melindungi diri.

“Saya tertarik karena ingin melestarikan budaya daerah, belajar bela diri, dan supaya kalau ada yang mengganggu, saya tidak cuma bisa lari,” katanya.

Ajakan temannya menjadi awal perjalanan Marwa mengenal silat Muna. Meski tertarik sejak pertama kali mencoba, ia harus menjalani latihan yang menguras tenaga dan membutuhkan ketekunan.