“Pertama kali saya dikenalkan oleh teman. Dia bilang belajar silat itu seru. Ternyata memang seru, tetapi pas latihan badan rasanya seperti habis dipakai kerja bangunan,” tuturnya.

Ketertarikan tersebut juga mendapat dukungan dari lingkungan keluarga. Marwa menyebut beberapa anggota keluarganya turut mempelajari silat sehingga pembahasan mengenai gerakan dan latihan terkadang muncul dalam pertemuan keluarga.

“Ada, keluarga saya juga ada yang mempelajari silat. Jadi kalau ada acara keluarga, bukan cuma makan yang dibicarakan, kadang gerakan silat juga ikut dibahas,” ungkapnya.

Selama mengikuti latihan, Marwa belajar mematuhi arahan guru, menjaga disiplin, dan menghormati aturan yang berlaku. Ia mengaku sempat merasa malu ketika mulai berlatih, tetapi perlahan dapat menyesuaikan diri.

“Awalnya saya datang untuk belajar dan mengikuti arahan guru. Saya harus serius, disiplin, dan menghormati aturan yang berlaku. Walaupun awalnya malu-malu, lama-lama juga terbiasa,” jelasnya.