Marwa juga mengenal Kavioli sebagai bagian dari tradisi silat Muna. Berdasarkan pemahamannya, proses tersebut berkaitan dengan upaya membangun keberanian murid agar tidak takut ketika melihat parang atau pisau.

Pada tahap awal, ia mempelajari kuda-kuda, sikap tubuh, dan gerakan dasar. Menurutnya, menjaga keseimbangan menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi selama latihan.

“Pertama kali saya belajar kuda-kuda, sikap tubuh, dan gerakan dasar lainnya. Yang paling susah itu menjaga keseimbangan. Kadang niatnya mau terlihat gagah, malah badan hampir jatuh,” katanya.

Selain menguasai gerakan, Marwa harus menjaga sikap dan menghormati ketentuan yang diajarkan gurunya. Baginya, pembelajaran silat tidak hanya berkaitan dengan kekuatan fisik, tetapi juga perilaku selama menjalani proses latihan.

“Intinya, bukan cuma tangan yang harus kuat, tetapi sikap juga harus dijaga,” ujarnya.