Setiap Saha yang duduk untuk berdoa  disuguhi kopi, kapur, pinang, dan sirih yang dilayani oleh Lopo atau para remaja yang melayani Saha setiap 1 jam sekali. Hal ini dilakukan agar para Saha tetap terjaga dan tidak mengantuk sampai pagi hari.

Baca Juga: Gua Liangkabori Muna, Situs Sejarah Peninggalan Manusia Purba yang Dikelilingi

Dirman, salah satu Lopo mengungkapkan, tugas mereka dalam kegiatan kebudayaan ini yaitu untuk melayani para orang tua atau tokoh adat seperti menggelarkan tikar, melayani kebutuhannya saat prosesi adat berlangsung, serta mengantar jemput para Saha ke rumahnya masing-masing.

Dirman mengungkapkan, kegiatan Kasebu ini merupakan budaya yang sudah ada dari nenek moyang mereka. Namun acara tersebut hanya ramai setiap dua tahun sekali, karena setiap dua tahun sekali selalu diadakan lomba voli, bola, dan beberapa lomba sehingga banyak menarik perhatian orang banyak selain itu juga para saudara yang ada diperantauan akan pulang untuk meramaikan acara tersebut.

"Tahun ini bukan jadwalnya jadi hanya dirayakan sekedarnya saja, tapi karena Kasebu ini tidak bisa ditinggalkan maka tetap dirayakan untuk mensyukuri hasil panen pemberian sang kuasa," pungkasnya. (B)