Asma Nadia merupakan penulis wanita yang mampu menarik perhatian masyarakat dengan fenomenal dan beberapa pengalaman diangkat ke layar lebar.

Asma Nadia merupakan anak kedua dari pasangan Amin Usman dan Maria Eri Susanti yang merupakan mualaf berdarah Tionghoa. Asma nadia memiliki kakak yang juga seorang penulis bernama Helvy Tiana Rosa dan seorang adik bernama Aeron Tomino .

Pendidikan Asma Nadia diketahui di SMA Budi Utomo, setelah lulus kemudian melanjutkan pendidikan ke Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Akan tetapi, kondisi yang kurang menguntungkan pendidikan perguruan tinggi Asma Nadia harus dihentikan. Sakit yang dideritanya kala itu tidak memungkinkannya melanjutkan kuliah.

Berhenti di bangku kuliah tidak membuat Asma Nadia putus asa, ia terus menekuni hobi menulisnya. Ia terus menulis meskipun kondisinya tidak sehat, namun dukungan keluarga tetap semangat alam setiap hari yang berat.

Asma rajin mengirimkan tulisannya ke berbagai redaksi majalah. Karya Asma bukan hanya puisi, ia juga menulis puisi dan lirik lagu. Karya awal Asma yang terkenal yaitu album Besatari yang terdiri atas 3 seri, berjudul Koran Gondrong dan Imut mampu mengantarkannya menjuarai Lomba Menulis Cerita Pendek Islam (LMCPI) pada 1994 dan 1995 yang diselenggarakan majalah Anninda.