"Kebiri kimia bertujuan untuk menurunkan tingkat testosteron agar dorongan seksual pelaku bisa dikendalikan," kata Dr. Siti Rahmawati, seorang ahli endokrinologi.

Selain pengobatan, pelaku juga akan menjalani psikoterapi untuk membantu mengatasi masalah psikologis yang mungkin memicu tindakan kejahatan mereka. Pendekatan ini bertujuan untuk mencegah pelaku mengulangi perbuatannya di masa depan.

Meskipun kebiri kimia efektif dalam menurunkan dorongan seksual, terdapat berbagai efek samping jangka panjang yang perlu diperhatikan. Efek samping ini termasuk ketidaksuburan, sensasi panas, berkeringat berlebihan, jantung berdebar, anemia, serta depresi.

Pengurangan kadar testosteron juga dapat menyebabkan kondisi lain seperti osteoporosis, penyakit jantung, dan diabetes. Risiko pembesaran payudara pada pria, atau ginekomastia, juga meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

"Efek samping jangka panjang dari kebiri kimia harus dipertimbangkan dengan matang, terutama bagi pelaku yang masih muda dan memiliki fungsi hormonal yang baik," jelas Dr. Adi Wicaksono, seorang spesialis kesehatan reproduksi.