Dikutip dari Sindonews.com, jam tersebut dipasang pada tahun 1410 pada Zaman Keemasan Bohemia, jam yang juga dikenal sebagai Orloj ini merupakan jam astronomi tertua ketiga di dunia dan jam tertua yang masih berfungsi.
Pengunjung Alun-Alun Kota Tua akan merasakan pengalaman ketika jam berdentang, mulai pukul 09.00 hingga 23.00, saat prosesi Dua Belas Rasul mulai berjalan. Jam tersebur memiliki bagian-bagian yang berbeda, termasuk kalender dan meja astronomi atau mekanisme Dua Belas Rasul, dan menunjukkan posisi relatif konstelasi Matahari, Bulan, Bumi, dan Zodiak.
Mikulas yang membuat jam astronomi tersebut berasal dari Kadan. Selain Mikulas, pembuat jam astronomi lainnya yaitu Jan Sidel yang merupakan seorang ahli astronomi.
Mikulas dan Jan Sidel telah menciptakan Deal astronomi yang menunjukkan 4 waktu, posisi matahari, musim zodiak, dan fase bulan. Tidak hanya itu, pada jam astronomi juga terdapat dial kalender yang bisa memberikan informasi tentang hari raya keagamaan. Sistem kerja jam astronomi tersebut memang rumit dengan cara kerja yang berbeda. (C)
Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan
