BAUBAU,TELISIK.ID- Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah sentra penghasil mete di Indonesia, oleh karena itu Kacang Mete ini dijadikan sebagai buah tangan (oleh-oleh) bagi para wisatawan.

Meskipun lahan pengembangan kacang mete menyebar di Sulawesi Tenggara, tetapi ada empat kabupaten yang merupakan sentra produksi utama kacang mete, yaitu Kabupaten Bombana, Kabupaten Muna, Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Buton.

Bagi yang belum tahu, kacang mete adalah biji jambu monyet yang dikeringkan dan digoreng. Cara mengolah kacang mete cukup mudah, hanya dengan memberi campuran bumbu bawang putih dan juga garam kemudian di goreng atau bisa juga sebagai bahan campuran untuk membuat kue. Di pusat oleh-oleh, kacang mete tersedia dalam berbagai pilihan. Mulai dari yang mentah, kacang mete yang sudah digoreng, dan berbagai olahan seperti coklat mete juga tersedia.

Selain mengandung karbohidrat, kacang mete juga mengandung mineral, lemak dan protein. Lemak yang terkandung dalam kacang mete mencapai 82%, namun tidak perlu khawatir karena lemak yang yang terkandung didalamnya adalah lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh biasanya disebut dengan lemak baik karena bisa membantu menurunkan kolesterol, baik untuk jantung dan mudah dicerna oleh tubuh.

Baca Juga: Kain Tenun Kamohu, Warisan Budaya Nasional dari Pulau Buton