Baca Juga: Mengenal Tradisi Metaua Bagi Masyarakat Sioumpu Buton Selatan
La Ode Fasikin menekankan pentingnya inovasi dan promosi untuk kegiatan serupa di masa depan, serta dukungan dari semua pihak untuk merealisasikan hal tersebut. Ini dapat menjadi momen wisata yang tetap menghormati nilai-nilai ritual yang dilaksanakan oleh tokoh adat dan tokoh agama.
Salah seorang warga Lowu Lowu, Neli, menuturkan bahwa Kadiuano Liwu adalah tradisi tolak bala dan pelaksanaannya setiap tahun.
"Selama tujuh hari, para orang tua masjid melaksanakan dzikir dan doa di masjid untuk keselamatan kampung agar dijauhkan dari musibah dan bala, dan hari ini merupakan puncak acara," ungkapnya. (B)
Penulis: Elfinasari
