Dia menambahkan, pelaksanaan Kande-kandea merupakan wahana pelestarian kebudayaan yang perlu diwariskan dan diajarkan kepada setiap generasi. Hal ini tentunya seiring dan seirama dengan agenda pengembangan daerah yang menggenjot pariwisata dan UMKM sebagai sektor unggulan.

Acara Kande-kandea diadakan satu minggu setelah hari raya Idul Fitri, dengan tujuan sebagai ajang silaturahmi dan ungkapan rasa syukur atas karunia dari Allah SWT kepada masyarakat dalam berbagai segi kehidupan. Foto: Wa Ode Ria Ika Hasana/Telisik

 

Tradisi Kande-kandea saat ini sudah masuk dalam 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2023.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Belli Tombili sangat berterima kasih kepada Kemenparekraf RI yang telah memberikan kepercayaan kepada Sulawesi Tenggara sehingga salah satu event-nya terpilih dalam 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2023.  

Baca Juga: Festival Kande-Kandea Buton Tengah Sumber Rezeki Para Pedagang