Ia kini sangat dekat dengan mimpi yang dibangunnya; mendidik dan mendorong mengubah nasib generasi muda.

Beberapa tahun setelahnya, Ia lalu mengambil S2 di Universitas Hasanuddin Makassar dan  S3 di ANU (The Australian National University) dan kembali mengabdi di Universitas Halu Oleo pasca kuliah.

Karirnya mulai bergerak, Ia menjadi pelaksana Kepala UPT Bahasa UHO, Kepala Pusat Studi Eropa UHO, Sekretaris Dewan Kehormatan Kode Etik dan Sekretaris Senat UHO.

Di tahun 2018, Ia ditunjuk oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi untuk menggawangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara. Peran ini membuatnya berkesempatan mengelilingi pelosok Sulawesi Tenggara, bertemu langsung para pengajar dan murid serta melihat infrastruktur yang ada di sana.

Saat berkunjung Ia melihat banyak hal: guru tak ada, murid terbengkalai atau sarana dan fasilitas pendidikan yang jelek, sehingga melemahkan motivasi guru dan murid. Kunjungan lapangan ini mendorongnya melakukan banyak perombakan yang dinilai positif.