MESIR, TELISIK.ID - Lentera Ramadan tradisional, atau fanous, telah mulai menghiasi ibu kota Mesir, Kairo, muncul di rak, jendela toko, dan di sebagian besar rumah tangga Muslim di negara itu.
Melansir Jurnalsoreang, meskipun asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke Mesir kuno ketika digunakan selama festival tahunan untuk merayakan kelahiran dewa-dewa terkemuka di jajaran firaun seperti Osiris, Horus, Isis, Seth dan Nephthys, fanous adalah pemandangan umum di sebagian besar negara Muslim alias mayoritas negara di seluruh dunia saat ini.
Penggunaannya dalam mendekorasi rumah dan ruang publik dalam perayaan Ramadan berawal dari penaklukan Fatimiyah di Mesir, ketika Al Muizz Lideenillah, yang merupakan nama salah satu jalan paling terkenal di Kairo Islam, tiba di Mesir selama Ramadan dan konon disambut oleh penduduk asli memegang lentera.
Orang Mesir dilaporkan menyalakan lentera sepanjang bulan untuk menyambut Lideenillah, yang cukup terpesona dengan pemandangan itu dan menetapkannya sebagai tradisi untuk diamati setiap tahun.
Namun, sejarawan setuju bahwa mungkin ada lebih banyak cerita ini daripada yang terlihat karena Fatimiyah adalah penakluk Syiah yang mengambil alih wilayah Sunni pada saat itu.
